“Tapi tidak mengapa,” sambungnya.
Sulastri menuturkan, ia merasa haru bercampur sedih ketika menyaksikan anaknya tampil dengan gagah di televisi sebagai anggota Paskibraka nasional dan menjadi Komandan Kelompok 8.
“Saat saya nonton di televisi, ada rasa sedih campur haru,” tuturnya sambil berurai airmata.
Atas pencapaian anaknya membawa nama baik Kabupaten Halbar dan Maluku Utara pada umumnya, Sulastri berharap pemerintah dapat menjamin biaya sekolah anaknya di bangku SMA hingga berkuliah nanti.
“Saya harap apa yang Dani sudah berikan untuk daerah, dapat dibalas pemerintah dengan meringankan biaya sekolah Dani, berupa berikan beasiswa dan kabulkan cita cita anak saya untuk menjadi polisi,” pintanya.
Sulastri mengatakan, terkadang anaknya harus menunggak pembayaran uang sekolah hingga beberapa bulan, tagal dia tidak punya uang sama sekali untuk membayar.
“Perkerjaan saya tidak tetap. Kadang biaya sekolah Dani menunggak berbulan-bulan, tagal saya tidak punya uang,” ujarnya terbata.
Sulastri menambahkan, ayah Dani meninggal dunia saat Dani baru duduk di bangku Kelas 1 SMA, dan dialah yang menjadi tulang punggung keluarga.
Selaku ibu Dani, saya harap pemerintah berbaik hati untuk melihat nasib dan masa depan anak saya,” pungkainya. (Asirun Salim)









