Porostimur.com, Jailolo – Polemik terkait rencana investasi panas bumi di Talaga Rano, Halmahera Barat, kian memanas. Namun, tudingan yang dialamatkan kepada Bupati Halbar dinilai tidak tepat sasaran dan berangkat dari pemahaman yang keliru.
Arman Wahid menegaskan, pernyataan yang disampaikan Bupati sebelumnya semata-mata merupakan penyampaian informasi dari pihak perusahaan, bukan klaim sepihak sebagaimana yang dituduhkan.
Penjelasan Berdasarkan Informasi Perusahaan
Arman menjelaskan, keterangan Bupati muncul setelah menerima kunjungan perwakilan PT Ormat di ruang kerjanya. Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menyampaikan telah melakukan sosialisasi di Desa Sasur dan wilayah sekitar terkait rencana investasi panas bumi di Talaga Rano.
“Pihak PT Ormat juga menyampaikan bahwa setelah agenda di Desa Sasur selesai, kegiatan sosialisasi akan dilanjutkan ke desa-desa lainnya. Informasi itulah yang kemudian disampaikan Bupati kepada wartawan saat dimintai keterangan,” ujarnya.
Ia menilai, sangat keliru jika kemudian Bupati dipersalahkan, karena yang disampaikan hanyalah mengutip penjelasan resmi dari pihak perusahaan.
Dinilai Sarat Tendensi dan Berisiko Memecah
Lebih jauh, Arman menilai pernyataan Marianto Mayau justru sarat tendensi dan berpotensi menggiring opini publik secara tidak objektif. Ia juga menyoroti penggunaan nama suku dalam polemik tersebut yang dinilai tidak etis dan sensitif.









