“Setiap kebijakan yang berpotensi menimbulkan persepsi hubungan ekonomi dengan pihak yang terkait Israel perlu dipertimbangkan secara matang. Bukan hanya dari aspek teknis dan komersial, tetapi juga dari sudut pandang politik luar negeri, moral, dan sensitivitas publik,” tegasnya.
Ia mengakui Indonesia hidup dalam sistem ekonomi global yang kompleks, dengan rantai kepemilikan lintas negara yang sering kali sulit dipisahkan. Namun, menurutnya, kompleksitas globalisasi tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan prinsip kemanusiaan dan konsistensi sikap negara.
Soroti Mekanisme Lelang dan Due Diligence
Mulyanto juga menilai, dalam proses pemberian konsesi melalui mekanisme lelang, pemerintah perlu memasukkan pertimbangan geopolitik dan kebijakan luar negeri sebagai parameter resmi, selain aspek teknis, finansial, dan kapasitas investasi.
“Hal ini penting untuk menjaga integritas kebijakan negara secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia mendorong pemerintah memperkuat kerangka uji tuntas (due diligence) terhadap aspek hukum, reputasi, dan dampak geopolitik dalam setiap proyek strategis nasional. Transparansi mengenai dasar hukum, proses tender, serta pertimbangan strategis pemerintah, dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan publik.
Profil Ormat dan Keputusan ESDM
Sebagai informasi, Ormat Technologies merupakan perusahaan energi panas bumi dan teknologi energi terbarukan yang berdiri pada 1965. Perusahaan ini didirikan oleh pasangan ilmuwan dan pengusaha Israel, Lucien dan Dita Bronicki, dengan basis awal di Israel dan fokus pada pengembangan teknologi pembangkit listrik panas bumi.









