Porostimur.com, Liverpool – The Red mengusung misi berat saat menjamu Paris Saint-Germain pada leg kedua perempatfinal Liga Champions. Bermain di Anfield, Rabu (15/4/2026) dini hari WIT, The Reds harus mengejar ketertinggalan agregat 0-2 dari leg pertama di Paris.
Meski berada dalam posisi sulit, optimisme tetap menyelimuti kubu Liverpool. Sejarah mencatat, mereka pernah dua kali sukses melakukan comeback dari defisit dua gol di kompetisi Eropa, yakni saat menghadapi Auxerre pada 1991 dan Barcelona pada 2019.
Szoboszlai: Kami Punya Mentalitas untuk Bangkit
Gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai, menegaskan keyakinannya bahwa timnya mampu membalikkan keadaan. Ia menyebut Liverpool memiliki kualitas dan mentalitas yang sudah terbukti dalam berbagai situasi sulit.
“Saya sangat yakin kami bisa membalikkan keadaan karena saya tahu apa yang mampu kami lakukan dan pemain seperti apa yang kami miliki,” ujarnya, dikutip dari UEFA.
Menurut Szoboszlai, faktor mental akan menjadi kunci utama dalam laga hidup-mati tersebut.
Anfield Diyakini Jadi Faktor Penentu
Selain kualitas tim, Liverpool juga mengandalkan atmosfer Anfield yang kerap menjadi “senjata tambahan” dalam laga besar Eropa.
“Anfield akan memberikan dampak besar. Bukan hanya pemain di lapangan, tapi seluruh stadion akan ikut bermain,” tegas Szoboszlai.









