Menurut pernyataan tersebut, pasukan Kamboja membalas setelah diserang oleh tentara Thailand dan hanya bertindak untuk membela diri.
Mantan perdana menteri berpengaruh negara itu, Hun Sen, mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa militer Thailand telah menembaki dua provinsi Kamboja yang berbatasan dengan Thailand, Oddar Meanchey dan Preah Vihear.
“Tentara Kamboja tidak punya pilihan selain melawan dan melakukan serangan balik,” kata Hun Sen.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik membeli beras dan persediaan makanan lainnya.
“Mohon tetap menjalankan kegiatan operasional seperti biasa di semua sektor dan di mana pun kecuali wilayah perbatasan,” ujarnya.
Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh, mengatakan ketegangan di perbatasan terus meningkat dan bentrokan kemungkinan akan “berkepanjangan dan meluas”. Kedutaan mendesak warga negara Thailand untuk meninggalkan Kamboja “sesegera mungkin”, kecuali mereka memiliki alasan mendesak untuk tetap tinggal.
Tak lama setelah pengumuman Kedutaan Thailand, militer Thailand mengatakan telah mengerahkan jet tempur F-16 untuk operasi tempur melawan pasukan Kamboja di sepanjang perbatasan.











