Porostimur.com, Teheran – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran, menandai babak baru dalam hubungan kedua negara yang selama ini tegang.
Penandatanganan dilakukan Trump saat menghadiri makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela-sela KTT G7 di Versailles, Prancis.
“Sudah ditandatangani. Saya menandatanganinya di Versailles,” kata Trump, seperti dilaporkan Russia Today, Kamis (18/6/2026).
Pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri juga mengonfirmasi bahwa teks MoU telah rampung dan disepakati kedua belah pihak.
14 Poin Kesepakatan Strategis
Meski Gedung Putih belum merilis dokumen resmi, seorang pejabat senior AS mengungkapkan isi MoU yang terdiri dari 14 poin utama.
Kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer di berbagai front, termasuk Lebanon, komitmen saling menghormati kedaulatan, hingga rencana negosiasi lanjutan untuk kesepakatan permanen dalam waktu 60 hari.
Selain itu, Amerika Serikat disebut akan mencabut blokade angkatan laut secara bertahap serta mengakhiri berbagai hambatan terhadap Iran dalam waktu 30 hari.
Di sisi lain, Iran berkomitmen menjamin jalur aman bagi kapal dagang di kawasan Teluk Persia hingga Selat Hormuz, serta membuka ruang kerja sama regional terkait pengelolaan jalur strategis tersebut.










