Tuding Sarat Politik Uang, Sejumlah Mahasiswa Tolak Hasil Pemilihan Rektor Unpatti

oleh -1 Dilihat

“Ada Rp26 miliar yang diambil dari BTN itu uang para dosen dan pegawai Unpatti dan sisanya ditambah kemudian disetor ke jakarta,” tuding mahasiswa dalam selebaran yang disebarkan dalam aksi demo tersebut.

Menurut mahasiswa politik uang dalam dunia akademik sangat bertentangan dengan logika akal sehat dan hal itu sangat tidak dibenarkan.

“Ini sudah mencederai demokrasi di kampus. Kami minta agar hasil pemilihan rektor Unpatti dibatalkan karena cacat dan curang,” kata mahasiswa.

Mahasiswa lantas mendesak KPK dan juga Kejaksaan Tinggi Maluku agar segera menyelidiki penyimpangan anggaran negara yang terjadi saat proses pemilihan rektor Unpatti berlangsung.

“Kami minta KPK, Polda Maluku dan Kejati Maluku segera mengusut penggunaan uang negara dalam masalah ini. Harus segera diusut sampai tuntas dan dari sini bisa dijadikan pintu masuk untuk mengusut sejumlah kasus korupsi lainnya,” desak mahasiswa.

Baca Juga  Desak Polda Ungkap Pembunuh Warga Banemo, Formapas Malut: Jangan Kambing Hitamkan Kelompok Nomaden

Dalam aksi itu, para mahasiswa ikut membakar ban bekas tepat di pintu masuk ruang registrasi Unpatti Ambon.

Mereka mengancam akan kembali melakukan aksi yang sama pada Rabu besok.

“Demi menegakkan kebenaran dan keadilan, besok aksi ini akan kita lanjutkan dengan massa yang lebih besar lagi,” ancam mahasiswa.

No More Posts Available.

No more pages to load.