Turki Setuju, Finlandia dan Swedia Akan Gabung Anggota NATO

oleh -40 views

Sejumlah pihak ragu pertemuan puncak NATO tersebut bisa membuat Turki mengubah pendiriannya.

“Memang ada pertemuan, tapi sayangnya langkah-langkah yang kami harapkan tak diambil,” ujar perwakilan Turki yang sudah bertemu Finlandia dan Swedia itu dikutip Reuters pada Senin (27/6).

Turki memiliki alasan sendiri, mengapa keberatan Finlandia dan Swedia masuk NATO.

“Kami tak akan mengatakan ‘ya’ kepada mereka (negara) yang menjatuhkan sanksi terhadap Turki,” kata Erdogan pada pertengahan Mei lalu.

Swedia telah menangguhkan penjualan senjata ke Turki sejak 2019. Hal tersebut dilakukan usai operasi militer Turki di Suriah.

Selain itu, Pemerintahan Erdogan juga menuduh Finlandia dan Swedia menyembunyikan kelompok teror termasuk milisi Kurdi yang kabur.

Baca Juga  Program Pemberdayaan Dorong Kemandirian Ekonomi, UMKM Desa Kian Tumbuh

Kurdi adalah kelompok yang masuk daftar hitam Turki, Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Permasalahan lain yang memicu perselisihan Turki dan negara Nordik itu yakni soal ekstradisi. Finlandia dan Swedia gagal memenuhi permintaan Turki untuk mengekstradisi milisi Kurdi hingga tokoh oposisi yang dinilai Ankara berupaya melakukan kudeta.

Kementerian Kehakiman Turki memang telah meminta sejumlah negara Eropa seperti Swedia dan Finlandia untuk mengekstradisi orang-orang yang dituduh punya hubungan dengan militan Kurdi atau dalam gerakan upaya kudeta Erdogan pada 2016 lalu. Namun Finlandia dan Swedia tak memenuhinya.