Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Bajo Sangkuang, Ini Penjelasan Kapus

oleh -413 views
Link Banner

Porostimur.com – Labuha: Sejumlah masyarakat Botang Lomang mengeluhkan pelayanan di Puskesmas Bajo. Pasalnya fasilitas kesehatan (Puskemas) seperti angkutan laut (Speedboat) diduga kuat hanya digunakan untuk kepentingan pribadi Kepala Puskesmas.

Kepada porostimur.com Sabtu (30/10/2021) salah satu warga Kecamatan Botang Lomang yang tidak mau namanya diberitakan mengeluhkan ketersediaan speedboat puskesmas yang menurutnya tidak dipergunakan untuk kebutuhan pasien sakit.

Ia lantas menceritkan ada seorang pasien yang sakit dan dirujuk ke RSUD Labuha baru-baru ini menggunakan speedboat puskesmas namun sempat dibentak oleh Kepala Puskesmas Bajo Sangkuang.

“Waktu pasien mau dibawa ke Labuha dengan keluarga pasien, pak Kapus itu marah dan bilang cukup pasien saja yang ikut speedboat, keluarga pasien ikut saja bodi lain”, paparnya.

“Jadi kemarin itu karena Kapus sudah marah-marah torang keluarga pasien sudah tidak ikut speedboat bersamaan dengan pasien tapi torang langsung gunakan bodi desa”, sambungnya.

Baca Juga  Pemkot Ambon Berencana Gratiskan Biaya Rapid Test Bagi CPNS Tahun 2021

Menurutnya Kepala Puskesmas harus peduli dengan masyarakat ketika sakit dan kondisinya yang membutuhkan bantuan dari pihak puskesmas seperti fasilatas kendaraan laut.

“Torang ini posisinya di kepulauan jadi selaku kepala puskesmas tidak harus arogan kepada keluarga pasien. Karena speed itu sewaktu-waktu digunakan untuk keperluan masyarakat yang sakit dan mau dirujuk ke RSUD Labuha bukan hanya untuk keperluan dinas semata”, tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bajo Sangkuang, Amina Albaar, SKM.M kes, saat dikonfirmasi via telepon seluler menjelaskan bahwa pada waktu itu dirinya bersama rombongan vaksinasi dari Labuha menuju Desa Prapakanda dalam rangka kegiatan vaksinasi.

Dalam perjalan ia menerima telepon dari Bidan Desa bahwa ada pasien yang mau dirujuk ke RSUD Labuha.

Baca Juga  Sarasehan Sejarah Negeri Urimessing Untuk Menentukan Soa Perintah

“Saat itu saya bersama tim Covid mau melakukan Vaksinasi di Desa Prapakanda dan saya menerima telepon bahwa ada pasien yang mau dirujuk ke Labuha. Saya bersama tim vaksinasi langsumg menuju ke Bajo untuk jemput pasien.

Lanjutnya, karena dalam speedboat sudah ada tim Vaknasi saya minta agar pasien bersama dua orang keluarga ikut speedboat menuju Labuha dan keluarga pasien lainnya ikut bodi pemdes karena dalam speed sudah full.

“Saya tidak memarahi atau melarang keluarga pasien ikut bersamaan di speedboat namun karena sudah full di dalamnya ada petugas Puskesmas dan tim vaksinasi yang mau menuju ke Desa Prapakanda”, tandasnya”

“Dorang bilang saya marah itu tidak benar mungkin salah pendengaran karena saya sempat itu sama petugas kenapa memberikan informasi terlambat kalau ada pasien yang mau dirujuk”, jelas Amina mengakhiri. (adhy)

No More Posts Available.

No more pages to load.