Peringatan serangan diaktifkan di sebagian besar wilayah utara, selatan, dan tengah Israel, termasuk di kota-kota besar seperti Tel Aviv, Haifa, dan Beersheba.
Komando Pertahanan Dalam Negeri militer Israel sempat memerintahkan warga untuk berlindung di tempat perlindungan atau ruang aman. Beberapa waktu kemudian, peringatan tersebut dicabut dan warga diizinkan kembali keluar dari ruang perlindungan.
Media Israel melaporkan sejumlah rudal memang diluncurkan, namun sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Korban Tewas di Lebanon dan Iran
Sementara itu, dampak konflik juga dirasakan di negara tetangga. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban tewas di Lebanon meningkat menjadi sedikitnya 394 orang, termasuk 83 anak-anak. Sedikitnya 1.130 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Di sisi lain, serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran juga menimbulkan korban besar di pihak Teheran.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengatakan lebih dari 1.200 orang tewas sejak 28 Februari. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 korban merupakan anak-anak dan sekitar 200 lainnya perempuan.
Ia juga menyebut lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka, termasuk sekitar 400 perempuan, akibat rangkaian serangan yang masih berlangsung hingga kini.











