“Saya contohkan pelatih, saat mendaftar dalam turnamen piala bupati, pelatih yang tidak berlisensi dilarang bergabung di bench pemain, cukup duduk di luar. Itu akan kita terapkan,” tegasnya.
Politikus Partai Nasdem ini menyatakan, aturan yang sama juga diterapkan untuk para wasit. Setiap wasit yang memimpin pertandingan pasti berlisensi sebab harus melalui rekomendasi Askab PSSI Halmahera Barat.
“Setelah kursus ini, Askab akan membuka turnamen U-17 di lapangan Sasadu. Jadi para wasit yang sudah digembleng dalam kursus ini nanti yang akan memimpin pertandingan itu,” bebernya.
Selain itu, melalui kursus tersebut, Djufri berencana membentuk sekolah sepak bola di masing-masing desa dengan pelatih yang sudah berlisensi. Ia menjelaskan, selain mendorong semangat generasi muda dalam dunsi sepak bola, rencana tersebut juga bertujuan menekan tingkat kriminalitas dan kenakalan remaja di kabupaten Halmahera Barat.
“Ketua Askab akan bantu rompi dan bolanya. Dan saya berikan kalian waktu 4 bulan saja pimpin SSB, saya akan gelar turnamen antar SSB di Halmahera Barat,” pungkasnya. (Asirun Salim)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









