Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyampaikan belasungkawa melalui platform Truth Social.
Trump menyebut Graham sebagai salah satu senator terbaik yang pernah dikenalnya.
“Dia selalu bekerja dan merupakan patriot Amerika sejati,” tulis Trump.
Pernah Menuai Kecaman karena Pernyataan soal Gaza
Selain dikenal sebagai tokoh berpengaruh dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat, Graham juga kerap memicu kontroversi karena pandangannya mengenai konflik Timur Tengah.
Pada Mei 2024, ia menuai kecaman luas setelah membandingkan perang Israel melawan Hamas dengan keputusan Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada akhir Perang Dunia II.
Dalam wawancara dengan NBC News saat itu, Graham mengatakan Israel harus melakukan apa pun yang diperlukan untuk memenangkan perang melawan Hamas, sebagaimana Amerika Serikat, menurutnya, mengambil langkah ekstrem untuk mengakhiri perang melawan Jepang.
“Ketika kami menghadapi ancaman kehancuran sebagai sebuah bangsa setelah Pearl Harbor, kami mengakhiri perang dengan menjatuhkan bom di Hiroshima dan Nagasaki,” kata Graham saat itu.
Ia juga menyatakan Israel perlu diberikan persenjataan yang dibutuhkan untuk mengakhiri perang sembari tetap berupaya meminimalkan korban sipil.
Pernyataan tersebut memicu kritik dari berbagai kalangan internasional karena dinilai seolah melegitimasi penggunaan kekuatan militer yang sangat destruktif di Jalur Gaza, meskipun Graham tidak secara eksplisit menyerukan penggunaan senjata nuklir oleh Israel.










