3 Bulan Berlalu Kasus Tabrak Lari yang Merenggut Nyawa Mahasiswa Stikes Maluku Husada Belum Ada Perkembangan, Ayah Korban Tetap Akan Tuntut Keadilan

oleh -329 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Sudah kurang lebih tiga bulan berlalu, kasus tabrak lari yang merenggut nyawa mahasiswa Stikes Maluku Husada Faris Rumanama (20) tepatnya di Jalan Tarmizi Taher, STAIN, Desa Batu merah, Kota Ambon, belum juga mendapatkan kepastian hukum.

Ayah korban Jamaluddin Rumanama saat ditemui di Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Senin (28/11/22), mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada perkembangan dari kasus tersebut, sehingga pihak keluarga korban datang jauh-jauh dari Gorom, Seram Bagian Timur (SBT) untuk menuntut keadilan bagi almarhum Faris.

“Sudah ada 85 hari pihak kepolisian belum juga menetapkan pelaku dari kasus tabrak lari yang menimpa anak kami begitu pula dengan kuasa hukum yang tidak memberikan informasi terkait perkembangan kasus ini sehingga kami keluarga korban datang ke Polres Kota Ambon untuk menanyakan hal ini supaya mendapatkan titik terangnya,” ujarnya.

“Setelah lima hari kasus penabrakan itu, saya sudah memberikan kuasa kepada Anggo Leitupa, Ramli Lulang, Muhammad Gurium sebagai kuasa hukum saya karena saat itu saya harus kembali ke Gorom untuk melakukan proses pemakaman bagi putra saya,” tambah Jamaluddin.

Ayah korban mengaku sudah dua kali bolak-balik ke kantor polisi namun belum ada tanggapan serius dari pihak kepolisian. Alasannya karena tidak ada saksi mata yang melihat berlangsungnya penabrakan tersebut. Padahal ada beberapa orang yang berada di tempat kejadian yang mendengar bunyi dentuman akibat kecelakaan dan melihat korban terkapar beberapa meter dari jalan raya serta ada rekaman CCTV di daerah tersebut.

Keluarga korban sangat berharap agar aparat penegak hukum bisa mencari pelaku supaya ada proses hukum karena kasus ini bukti-buktinya sudah lengkap.

“Harapan saya selaku keluarga almarhum untuk pihak kepolisian harus mencari pelaku. Setidaknya ada yang dapat dikerjakan oleh aparat penegak hukum. Kalau ini saya melihat tidak ada tanda-tanda proses dari pihak kepolisian. Padahal bukti-bukti yang kita punya sudah lengkap, hanya saja saksi mata yang melihat langsung proses kejadian itu tidak ada lantas pihak kepolisian mengatakan bukti-bukti kami kurang akurat jadi bagi pihak kepolisian untuk secepatnya memproses kasus ini,” pungkasnya. (Nur)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.