Uang dan Kekuasaan yang Mempersatukan

oleh -1 views
Ansori

Oleh: M. Isa Ansori, Kolumnis, Pengajar Psikologi Komunikasi

Ketika Trias Politika Kehilangan Rakyat, Ruang Oposisi Harus Dipebesar, Perlawanan Rakyat Harus Dikobarkan.

Demokrasi pada awalnya lahir dari ketakutan manusia terhadap kekuasaan yang terlalu besar. Karena itu, lahirlah gagasan Trias Politika dari Montesquieu: eksekutif menjalankan pemerintahan, legislatif membuat aturan, dan yudikatif menjaga keadilan. Tiga pilar itu dibangun agar tidak ada satu kekuasaan yang menjadi raksasa.

Namun hari ini, ironi besar sedang terjadi. Yang mempersatukan tiga kekuasaan itu bukan lagi cita-cita keadilan, melainkan uang dan kepentingan. Demokrasi yang seharusnya menjadi ruang pengabdian perlahan berubah menjadi arena transaksi. Negara tidak lagi dipimpin oleh moral publik, tetapi oleh negosiasi kekuasaan. Rakyat hanya diingat saat pemilu. Setelah itu, mereka kembali menjadi statistik.

Di banyak negara, termasuk Indonesia, kita melihat bagaimana kekuasaan eksekutif tumbuh sangat dominan karena menguasai dua hal paling menentukan dalam politik modern: anggaran dan akses kekuasaan. Mereka yang berada di lingkar kekuasaan memiliki kemampuan mendistribusikan proyek, jabatan, konsesi, bantuan sosial, hingga perlindungan hukum. Dalam situasi seperti ini, lembaga legislatif dan bahkan sebagian institusi hukum perlahan kehilangan independensinya.

No More Posts Available.

No more pages to load.