1. Drone dan Rudal Menjadi Senjata Utama
Salah satu ciri operasi Houthi adalah penggunaan drone dan rudal untuk menyerang sasaran yang berada jauh dari wilayah kekuasaan mereka.
Hudisteanu menilai dukungan teknologi Iran menjadi salah satu faktor yang memperkuat kemampuan tersebut.
“Houthi merupakan salah satu proksi Iran yang cukup independen dalam hal tindakan. Namun, kita juga tahu bahwa mereka terus-menerus dipasok—termasuk dengan teknologi militer, khususnya kemampuan rudal dan drone,” ujarnya.
Ia menambahkan, pola penggunaan drone Houthi menunjukkan bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk mengganggu lawan sekaligus menimbulkan dampak terhadap pelayaran internasional.
Dalam perkembangan terbaru, Houthi telah melancarkan serangkaian serangan drone dan rudal terhadap sasaran di Arab Saudi. Reuters juga melaporkan kelompok tersebut terus meningkatkan tekanan terhadap wilayah dan infrastruktur strategis Saudi.
2. Mengubah Jalur Pelayaran Menjadi Senjata Ekonomi
Taktik kedua adalah menggunakan posisi geografis Yaman untuk memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi dan perdagangan.
Selat Bab al-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Ancaman terhadap jalur tersebut berpotensi memengaruhi arus perdagangan dan pengiriman energi global.









