Media internasional juga melaporkan serangan Houthi terhadap sejumlah sasaran strategis di Arab Saudi, termasuk fasilitas militer dan infrastruktur energi. Namun, rincian mengenai keberhasilan masing-masing serangan tidak selalu dapat diverifikasi secara independen.
Strategi tersebut membuat konflik tidak lagi terbatas pada garis depan di Yaman. Ancaman dapat muncul ribuan kilometer dari pusat pertempuran, sehingga Arab Saudi harus mengalokasikan sumber daya besar untuk pertahanan udara dan perlindungan infrastruktur vital.
Associated Press melaporkan Saudi Arabia bahkan meminta bantuan sejumlah negara karena persediaan pencegat rudal dan drone semakin tertekan akibat konflik yang berlangsung bersamaan di kawasan.
4. Menjadikan Arab Saudi sebagai Sasaran Utama
Pola keempat adalah fokus serangan terhadap Arab Saudi dan kepentingannya di kawasan.
Hubungan Houthi dan Saudi telah berada dalam konflik selama bertahun-tahun. Kelompok tersebut menempatkan blokade dan operasi militer Saudi sebagai salah satu alasan utama serangan mereka.
Dalam perkembangan terbaru, Houthi memperluas wilayah operasi dari daratan Yaman menuju kawasan pesisir Laut Merah.
Kelompok tersebut dilaporkan telah mencapai Pulau Perim atau Mayyun di Selat Bab al-Mandeb. Reuters menyebut penguasaan posisi tersebut memberikan keuntungan strategis karena pulau itu berada tepat di jalur pelayaran yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.









