Merasa Perihatin, Anggota DPRD Halsel, Fadila Mahmud Kunjungi Sekolah di Dapil II Pulau Makian

oleh -83 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Anggota DPRD Halmahera Selatan, Dapil II Makian-Kayoa Fadila Mahmud, melaksanakan kunjungan ke sekolah-sekolah yang berada di Kecamatan Pulau Makian Kabupaten Halmahera Selatan.

Kondisi sekolah SD, SMP dan SMA masa pandemi Covid-19 tidak efektif seperti biasanya, akibat proses belajar mengajar yang tidak melalui tatap muka tetapi lewat daring (online).

Fadila Mahmud, saat dihubungi awak media vhia telepon Jumat (14/8), menuturkan rasa prihatin melihat lembaga pendidikan Halmahera Selatan yang terdampak Covid-19 dalam menghidupkan pengetahuan generasi penerus di Halsel.

Situasi ini, membuat politisi Perempuan Nasdem bergerak dari Kota Labuha menuju Kecamatan Pulau Makian mengunjungi pihak sekolah yaitu delapan Kepala Sekolah tingkat SD,SMP dan SMA untuk dapat memantau dan berdiskusi langsung dengan mereka, jelasnya.

“Covid-19 selama empat bulan itu memberikan dampak terhadap sekolah di Kecamatan Pulau Makian. Hingga sejauh ini siswa di Pulau Makian belum aktif kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka, semua Kepsek masih menunggu surat edaran Dinas Pendidikan Kebudayaan Halmahera Selatan”, paparnya.

Baca Juga  Peringati 25 Tahun Pengabdian, AKABRI Angkatan 96 Gelar Bhakti Sosial

Sebagai wakil Pansus Covid-19 Fadila mendesak agar Gustu Covid-19 Halsel agar segera melakukan upaya pemetaan yang jelas dan tepat agar sekolah-sekolah di sejumlah wilayah di Pulau Makian segera dibuka dengan diikuti protap kesehatan.

Lanjutnya, hasil dengar pendapat itu ada sejumlah persoalan lain yang dikeluhkan para Kepsek dengan kondisi sekolahnya masing-masing.

Ada sekolah SD terkendala persoalan mobiler, kekurangan guru, bahkan ada gaji guru yang mengabdi melalui program Guru Halsel Cerdas (GHC) yang seharusnya enam bulan dibayar hanya dibayar dua bulan,” tukasnya.

Sedangkan menurut Korwil Kecamatan Pulau Makian, Razis Turuy, dalam rapat yang digelar di Kantor UPTD Desa Gorup, mengatakan nahwa “ada dua proses belajar yang dikeluarkan. Pertama belajar di rumah dan kedua lewat daring. Lewat daring tidak efektif di wilayah kami karena ketidak sediaan jaringan yang baik”.

Baca Juga  Awal Maret, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah

Menurutnya sudah harus tatap muka misalnya menggunakan shift jam belajar dan sesuai dengan protokol kesehatan, sehingga dapat memaksimalkan kegiatan belajar mengajar dengan baik di Sekolah”, pungkasnya. (red/adhy)