Tidak Seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

oleh -190 views

Cerpen Karya: Nadia Suci Fauziyyah

KITA pernah bercengkrama tentang Hayati dan Zainuddin dalam film tenggelamnya kapal Van Der Wijck, kau juga bilang bahwa kau sangat menyukai film itu, hingga kau sangat berantusias setiap film itu diputar kembali.

Aku yang duduk di sebelahmu, hanya memandangmu sambil menyeruput kopi hitam buatanmu yang selalu kau takarkan dengan satu setengah sendok gula, dan seujung sendok kopi yang hanya dibeli di toko pak Ahmad. Kau juga bilang kalau takarannya tidak tepat aku akan langsung merubah ekspresiku menjadi tidak sedap. Jika kau melihat ekspresiku itu, kau akan takut sembari menahan tawa.

Aku juga pernah mendengar keinginanmu untuk menyaksikan matahari terbenam dari pelabuhan Mahakam, lalu kau bermain bersama deburan ombak sungai yang terhantam oleh kapal-kapal yang sedang berlalu lalang. Kau memang tidak mengatakannya langsung kepadaku, aku mengetahui itu semua dari balik dinding bilik kita saat aku harus menyelesaikan pekerjaanku di ruang kerja, kau yang berkata ingin beristirahat. Namun, yang kudengar melalui tembok putih itu, sepercik keinginan yang telah lama kau pendam. Kau berbagi keluh kesah lewat tembok itu, tapi kau tak pernah membaginya kepadaku, dengan alasan tak ingin menyusahkanku karena keinginan bodohmu itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.