Bangsa Miring

oleh -433 views

Oleh: Yudi Latif, Pemikir Kebangsaan dan Kenegaraan

Saudaraku, bangsa ini seperti anak sekolah yang tak pernah lulus pelajaran garis lurus. Sejak awal merdeka, kita gemar belajar pada papan tulis bengkok, menulis huruf-huruf sejarah dengan kapur yang mudah dihapus, dan menggambar masa depan dengan penggaris patah. Maka, tak usah heran bila jalan kita selalu miring.

Setiap kali ada usaha meluruskan sesuatu, yang muncul justru belokan baru. Lurus hanyalah cita-cita, miring sudah menjadi gaya hidup. Bila demokrasi tampak terhuyung ke kanan, koreksinya malah membuatnya rebah ke kiri. Bila sejarah ingin ditegakkan, hasilnya justru riwayat yang terdistorsi. Bila hukum ditegakkan, jadinya aturan pincang. Upaya menata menambah kekacauan, usaha merapikan malah menimbulkan kusut baru.

Baca Juga  Inflasi Maluku Mei 2026 Terkendali di Level 3,27 Persen, BI Soroti Kenaikan Harga Ikan dan Tarif Udara

Kita bangsa yang pandai berkilah: bengkok disebut lentur, serong disebut taktis, sesat disebut alternatif. Kita gemar menutup ketimpangan dengan hiasan retorika, sehingga tiang yang miring pun dipoles agar tampak gagah menopang bendera.

Pangkal semua ini, barangkali, karena kita mengalami defisit manusia bijak berpikir lurus, dan surplus manusia kerdil yang pikirannya sungsang. Maka, yang lahir bukan garis lurus peradaban, melainkan labirin kepicikan yang membuat kita tersesat di dalam diri sendiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.