Porostimur.com Yerusalem – Penggalian terowongan yang terus dilakukan Israel di dekat Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki memicu dugaan motif politik dan kekhawatiran akan integritas struktural situs suci tersebut. Pernyataan itu diungkap para ahli dan citra satelit terbaru.
Terowongan kontroversial tersebut direkam pada hari Senin, 29 September, oleh Anadolu.
Terowongan-terowongan tersebut, yang dipromosikan sebagai proyek arkeologi, dipandang para kritikus sebagai upaya memperkuat klaim historis Israel atas Yerusalem.
Namun, kegiatan-kegiatan ini diduga melanggar hukum internasional dan perjanjian “status quo”.
Peresmian terowongan “Jalan Ziarah” baru-baru ini oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah salah satu dari banyak proyek serupa di wilayah tersebut.
Kegiatan-kegiatan ini semakin intensif di tengah perang genosida di Gaza dan meningkatnya kunjungan para pejabat Israel ke kompleks masjid.
Tindakan provokatif, seperti seorang anggota parlemen sayap kanan yang mengibarkan bendera Israel di dalam Masjid Al-Aqsa dan seorang menteri yang menyerukan pembangunan kuil Yahudi di lokasi tersebut, telah memicu kekhawatiran bahwa penggalian tersebut bertujuan merusak masjid, baik secara langsung maupun dengan menyebabkan kerusakan struktural.









