Porostimur.com, Ambon – Pantai Naira di Negeri Aboru, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, menjadi ruang belajar terbuka bagi lebih dari 100 siswa SMP dan SMA, Jumat (30/10/2026). Di bawah rindangnya pepohonan pesisir dan hembusan angin laut, anak-anak mengikuti kegiatan literasi dan numerasi dengan pendekatan kreatif yang memadukan permainan, seni, alam, dan budaya lokal.
Kegiatan bertajuk Pojok Literasi dan Numerasi ini digagas Komunitas Buku For Aboru (BFA), sebuah jejaring sosial anak-anak perantauan asal Aboru. Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Yayasan Elphidos Maluku dan Yayasan Tahija, serta melibatkan sekolah dan masyarakat setempat.
Pantai Naira yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Lealohi Samasuru itu menjadi tempat generasi muda Aboru membangun harapan melalui pendidikan. Jika dahulu kawasan tersebut menyimpan kisah perjalanan leluhur dari Nunusaku di Pulau Seram, kini pesisir yang sama menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal ilmu pengetahuan, mengembangkan kreativitas, dan merancang masa depan.
Tujuh Pojok Belajar, Perahu Pelepah Sagu Jadi Simbol Cita-cita
Sebanyak 100 lebih peserta didik dari SMP Negeri 39 Maluku Tengah dan SMA Negeri 19 Maluku Tengah dibagi ke dalam tujuh pojok belajar interaktif.
Berbeda dengan pembelajaran formal di ruang kelas, kegiatan di Pantai Naira dirancang melalui permainan edukatif, olah seni, dan aktivitas yang mendorong kemampuan berpikir kritis. Para siswa diajak memahami konsep matematika dan literasi dengan memanfaatkan lingkungan alam sebagai media pembelajaran.




