Ombak Bertanya, Mana Suara Prabowo?

oleh -130 views

Oleh: Ady Amar, Kolumnis

Ombak tak pernah diam, selalu bergerak menuju tepi keadilan. Namun ketika flotilla kemanusiaan dipaksa berhenti oleh Israel, justru suara dari Istana tak terdengar. Publik pun bertanya: di manakah Prabowo, presiden yang beberapa pekan lalu dielu-elukan di podium PBB?

Di Italia, ribuan orang memenuhi jalanan Roma. Lebih dari 10.000 demonstran menutup stasiun, memblokir pelabuhan, dan menyerukan pemogokan umum. Di Milan, Turin, Napoli, dan Pisa, para aktivis menduduki rel kereta.

Serikat pekerja besar menyebut intersepsi flotilla sebagai “masalah serius,” bahkan berniat menghentikan kapal-kapal yang diduga terkait perdagangan dengan Israel.

Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengecam Israel sebagai negara “genosida yang berusaha menutupi kejahatan di Gaza.” Wakil Perdana Menteri Spanyol menegaskan serangan itu “kejahatan terhadap hukum internasional.”

Baca Juga  Wali Kota Ambon Hadiri Pentahbisan Pastori II GPM Bukit Zaitun

Irlandia mengingatkan bahwa flotilla adalah misi damai dan semua orang di atas kapal wajib diperlakukan sesuai hukum. Kolombia bahkan mengusir diplomat Israel dari Bogotá. Brasil, Meksiko, Pakistan, Inggris, dan Australia juga bersuara.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan: “Kapal-kapal ini membawa warga sipil tak bersenjata dan pasokan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa bagi Gaza, namun mereka justru dihadapkan pada intimidasi dan paksaan.”

PBB pun menekankan bahwa penyerangan terhadap kapal sipil hanya memperdalam blokade, memperburuk penderitaan. Fakta terbaru: kapal terakhir flotilla, Marinette, telah diintersepsi pasukan Israel. Dunia mencatat—dan dunia mengecam.

No More Posts Available.

No more pages to load.