Porostimur.com, Sofifi — Wakapolda Maluku Utara Stephen M. Napiun, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelanggaran kode etik di lingkungan kepolisian tanpa toleransi.
Penegasan itu disampaikan saat memimpin apel pagi gabungan personel Polda Maluku Utara usai perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Kamis (26/3/2026), di Lapangan Apel Catur Prasetya.
Apel tersebut dihadiri Irwasda Polda Malut Andrie Rondonuwu, para pejabat utama, serta seluruh personel Pama, Pamen, dan anggota lainnya.
Momentum Kembali Fokus Melayani
Dalam arahannya, Wakapolda mengajak seluruh personel untuk kembali pada fitrah dan membangkitkan semangat kerja setelah masa libur panjang. Ia menekankan pentingnya fokus pada tugas utama sebagai pelayan masyarakat.
“Apel gabungan pertama setelah Idul Fitri ini menjadi momentum untuk kembali pada posisi nol dan kembali semangat bekerja. Tinggalkan euforia cuti dan libur, saatnya fokus pada pelayanan,” ujarnya.
Tegas Soal Disiplin dan Etika
Selain itu, Wakapolda juga menyoroti pentingnya pembangunan karakter dan disiplin di tubuh Polri. Ia menekankan bahwa sikap syukur dan keikhlasan harus menjadi dasar dalam menjalankan tugas.
Ia pun mengingatkan seluruh personel agar menjauhi segala bentuk pelanggaran, baik kode etik, disiplin, maupun tindak pidana.









