Porostimur.com, Ternate — Keterlambatan pelayanan rujukan medis di wilayah Batang Dua, Hiri, dan Moti (BAHIM) kembali menjadi sorotan publik setelah seorang pasien asal Kelurahan Tifure, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, diduga kehilangan janin akibat lambatnya evakuasi menggunakan ambulans laut.
Pasien bernama Susvita Guraici awalnya dijadwalkan dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 15.01 WIT. Namun proses evakuasi tertunda karena satu-satunya ambulans laut yang melayani wilayah BAHIM saat itu berada di Pelabuhan Residen Ternate.
Akibat keterbatasan armada, evakuasi baru dilakukan keesokan harinya, Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 09.17 WIT. Pasien kemudian tiba di RSUD sekitar pukul 13.00 WIT, namun dokter menyatakan janin yang dikandung telah meninggal dunia.
Janin Diduga Meninggal Saat Proses Evakuasi
Keterangan keluarga menyebutkan, sebelum dirujuk kondisi janin masih dalam keadaan baik. Orang tua pasien, Rizart Guraici, mengatakan detak jantung janin masih terdeteksi saat pemeriksaan awal di Pustu Tifure.
“Dari Pustu masih kuat detak jantung, tapi saat naik ambulans laut sudah tidak ada gerakan sampai tiba di Ternate,” ujarnya.
Setibanya di rumah sakit, tim medis melakukan tindakan induksi. Bayi kemudian lahir pada Minggu malam dalam kondisi meninggal dunia, dengan tubuh dilaporkan membiru.









