Porostimur.com, Ternate – Minimnya pelayanan rujukan kesehatan di wilayah kepulauan BAHIM (Batang Dua, Hiri, dan Moti), Kota Ternate, kembali menuai sorotan. Kondisi ini mencuat setelah evakuasi seorang pasien lanjut usia asal Kelurahan Bido, Kecamatan Batang Dua, yang harus dirujuk menggunakan ambulans laut pada Selasa (12/5/2026).
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Khairun Fajrianto Idris, menilai pelayanan kesehatan di tiga kecamatan terluar tersebut masih jauh dari prinsip pemerataan dan keadilan layanan publik.
“Persoalan di lapangan menunjukkan pelayanan kesehatan di BAHIM masih sangat timpang dan belum maksimal. Di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan yang cukup berat, masyarakat justru dihadapkan pada keterbatasan ambulans laut,” ujarnya.
Satu Ambulans untuk Tiga Kecamatan
Fajrianto mempertanyakan skema pelayanan rujukan yang hingga kini hanya mengandalkan satu unit ambulans laut untuk melayani Batang Dua, Hiri, dan Moti sekaligus. Menurutnya, kondisi tersebut sangat berisiko jika terjadi keadaan darurat secara bersamaan.
“Bagaimana jika ada pasien dari Batang Dua, Hiri, dan Moti yang harus dirujuk secara bersamaan ke Ternate? Mana yang harus lebih dulu ditangani jika hanya bermodalkan satu unit ambulans laut? Ini persoalan serius,” tegasnya.









