Pertemuan dan Perpisahan

oleh -401 views

Cerpen Karya: Khalawa Imana

Aku terbaring lemas di ranjang. Menatap langit langit kamar. Pintu dan jendela kamarku dikunci rapat. Udara hanya masuk lewat ventilasi kecil. Mataku sayu, lelah, berat, tapi tidak bisa tidur. Suhu tubuhku panas, rasanya seperti dipanggang. Menelan ludah rasanya seperti menelan duri, sakit sekali rasanya. Rasa menyesal selalu ada di pikiranku. Andai waktu itu aku dengar nasihat Ibu.

“Hana, makanan sudah ibu taro di depan pintu ya. Makan yang banyak agar cepat sehat!” Teriak Ibu di depan kamar. Ibu tidak boleh masuk ke kamarku untuk menaruh makanan dan menyuapiku seperti dulu. Sebenarnya, Ibu tak masalah jika ia masuk dan menyuapi, ia akan tetap berjaga jarak denganku, Tapi aku melarang keras. Keadaan ini sangat berbahaya, Aku tak ingin Ibu sepertiku.
“Iya bu,” Jawabku pelan, namun aku tetap berbaring di ranjang. Malas mengambil.

Baca Juga  Studi Sebut Perceraian Bisa Diprediksi dengan Dua Pertanyaan Sederhana

Aku bosan. Kuambil ponselku yang berada di meja dan menyalakannya.
“1.000 kasus dalam sehari? I-ini naik sekali dari hari sebelumnya!” ucapku dalam hati ketika melihat kasus virus Corona di Indonesia sudah naik drastis. Aku sedih, takut, panik bercampur pusing tiba tiba. Apakah aku kena virus mematikan itu.

Daripada keadaanku semakin menjadi, aku memutuskan untuk makan siang. Kubuka sedikit pintu kamarku dan cepat-cepat mengambil.
“Bebek goreng!” kataku senang. Ibu memasakkan makanan kesukaanku. Tiba-tiba rasa semangatku meningkat. Aku melahapnya. Bebek goreng buatan ibu memang lezat sekali. Aku yakin, aku bisa sehat kembali.

No More Posts Available.

No more pages to load.