Selain itu, mengembangkan teori-teori yang sudah mapan. Bahkan mengkritik dan mengoreksi terhadap teori yang kebanyakan sudah ada di banyak bidang ilmu pengetahuan.
Saat Abu Sa’id Sijzi menciptakan Astrolabe heliosentris yang dinilai akurat, Al-Biruni tetap membuat dan mengembangkan Astrolabenya sendiri. Hasilnya, Astrolabe yang diberi nama Al-Ustawani itu tidak hanya dapat mengukur gerak benda langit, tapi juga bisa mengukur lokasi-lokasi di bumi yang sulit dijangkau seperti pegunungan.
Temuan yang Mengagumkan
Salah satu temuan orisinil dari Al-Biruni adalah penghitungannya terhadap panjang lingkar bumi. Di mana Abad ke 11, Eropa masih meraba-raba antara kebenaran teori bumi bulat atau bumi datar.
Biruni menyatakan bahwa jarak keliling bumi adalah 40.225 Km. Di mana penghitungan modern saat ini adalah 40.074. Dengan demikian penghitungan Al-Biruni sangat akurat, yakni mencapai ketepatan hingga 99,62 persen dan hanya menyimpang 0,38 persen saja.
Al-Biruni pernah memaparkan koordinat sangat akurat garis bujur dan lintang 600 kota penting di masanya dalam karyanya Tahdid Nihayat Al-Amakin Li-Tashih Masafat Al-Masakin (ketetapan koordinat lokasi untuk mengoreksi jarak antarkota). Semuanya lengkap dengan ukuran jarak antarlokasi dan juga arahnya menuju kiblat.










