Anekdot Negeri Konoha

oleh -465 views
Smith Alhadar

Jurnalis: “Bapak tidak takut pada ancaman Si Sekjen?”

Mulyono: “Mengapa harus takut? Faktanya, mereka yang takut pada saya.”

Jurnalis: “Mohon dijelaskan, Pak.”

Mulyono: “Lha iya. Mereka menyimpan bukti-bukti kejahatan saya di negeri yang jauh karena takut saya ambil. Sementara, saya menyimpan bukti-bukti kejahatan mereka di rumah saya sendiri tanpa takut diambil mereka.”

***

Tukang Andong

Di bawah langit yang masygul di tengah hiruk-pikuk pencapresan 2014, dua orang jenderal pensiunan (PS dan LBP) yang gagah berani berbicara melalui telepon dalam suasana tegang. Ketika itu PS adalah capres kharismatik melawan Mulyono yang didukung LBP.

PS: “Mengapa Abang mendukung ‘Tukang Andong’ itu?” Tanyanya dengan wajah gusar. “Dia dungu dan pengkhianat. Dulu dia berjanji tak akan mencalonkan diri. Kini dia menantang peluangku jadi presiden.”

Baca Juga  Pelni Perluas Akses Transportasi ke Malut, KM Tatamailau Perdana Sandar di Tobelo

LBP: “Aku dukung dia justru karena dia dungu dan punya peluang besar untuk menang. Ini kesempatan kita hidupkan kembali Orde Baru melalui dia.”

Lima tahun kemudian, 2019, PS kembali dipecundangi Mulyono. Dalam kondisi putus asa, PS bersedia menjadi anak buah Mulyono. Ia melihat inilah satu-satunya cara untuk bisa berkuasa pada 2024.

LBP: “Akhirnya kau bersedia juga menjadi kenek Tukang Andong.”

No More Posts Available.

No more pages to load.