Anggota DPRD Pulau Taliabu dan Pemilik Kapal KM Aldira Bantah Ada Permintaan Uang dari Petugas

oleh -272 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Kabar tidak sedap tentang tiga orang oknum aparat yang meminta uang dengan nominal Rp. 25-30 juta rupiah dan 200 liter BBM kepada awak kapal dan para penumpang KM Tiga Putri sebagaimana disampaikan oleh politisi Partai NasDem Maluku Utara, Asghar Saleh melalui unggahan di media sosial facebook miliknya, Sabtu (11/9/2021) mendapat sanggahan dari Anggota DPRD Pulau Taliabu, Dedi Mirzan.

Melalui sambungan telepon, anggota DPRD Pulau Taliabu dari Partai Demokrat itu mengatakan, tidak benar kalau ada aparat yang meminta uang dan BBM itu.

Menurut dia, permintaan itu disampaikan oleh nakhoda kapal penyelamat, dan itu pun diminta sebagai biaya pengganti bahan bakar kapal yang terpakai dalam operasi penyelamatan tersebut. Meski demikian uang dan BMM itu pun belum diserahkan, karena dirinya masih melakukan pembicaraan dan negosiasi dengan pemilik kapal.

“Jadi tolong disampaikan ke publik bahwa permintaan itu bukan dari petugas Polairud maupun TNI-AL, kasian bapak-bapak ini sudah berjuang untuk menyelamatkan saudara-saudara kita dari musibah,” tukasnya.

Dedi menjelaskan, ketika menerima informasi tentang keberadaan KM Tiga Putri, para petugas kemudian mencari kapal untuk melakukan operasi penyelamatan, mereka mencari kapal di sekitaran pelabuhan Belang, namun tidak ada kapal yang bersedia, karena ketiadaan BBM dan kalau ada pun harganya sangat mahal.

Akhirnya mereka menghubungi pemilik kapal KM Aldira yang tengah sandar di Pelabuhan Belang, namun kapal tersebut sedang diperbaiki mesinnya, dan butuh waktu perbaikan sejam lebih, sementara situasi semakin mendesak.

Anggota DPRD Pulau Taliabu, Dedi Mirzan.

Pemilik Kapal KM Aldira, Sukardinan Mokoginta lantas menghubungi salah satu kapalnya yang sementara mencari umpan. Kapal tersebut rupanya sedang mencari umpan di pesisir pantai sekitar enam mil laut dari keberadaan KM Tiga Putri.

Akhirnya disepakati kapal tersebut dipakai untuk menarik KM Tiga Putri ke pantai.

Baca Juga  Rektor Unpatti Lantik Ketua dan Sekretaris Lembaga Serta Kepala UPT Perpustakaan

Dedi juga mengatakan, saat ini dia sementara berada di rumah pemilik kapal untuk melakukan pembicaraan dengan pemilik kapal, karena pemilik kapal juga baru mengetahui adanya informasi tersebut melalui berita yang dipublis media ini siang tadi.

“Jadi sekali lagi Saya sampaikan bahwa bukan aparat yang meminta uang kepada nakhoda dan penumpang KM Tiga Putri. Mudah-mudahan penjelasan Saya ini bisa menjadi klarifikasi,” pungkasnya.

Senada dengan Dedi Mirzan, pemilik kapal KM Aldira, Sukardinan Mokoginta mengatakan tidak benar kalau ada aparat yang meminta uang dan BBM.

Mokoginta bilang, memang ada ucapan itu disampaikan oleh nakhoda kapalnya, namun dia sendiri baru mengetahuinya dari pemberitaan media dan saat ini dia sedang bersama Dedi Mirzan membicarakan masalah tersebut, berikut solusinya.

Mokoginta menjelaskan, kapalnya itu sudah lima hari melaut dan bahan bakarnya tinggal separuh ketika kapal tersebut dipakai untuk menarik KM Tiga Putri ke pantai.

“Jadi kapal itu sedang melaut dan mereka sedang cari umpan. Pas kebetulan posisi mereka tidak terlalu jauh dari posisi KM Tiga Putri, jadi atas permintaan petugas kita pakai untuk tarik KM Tiga Putri, namun karena mereka sudah berhari-hari di laut jadi pas selesai tarik itu kapal, BBM mereka juga habis. Jadi nakhodanya ngomong begitu. Tapi ini sedang kita bicarakan, mudah-mudahan ada jalan keluarnya” ujar Mokoginta melalui sambungan telepon.

Sukardinan menambahkan, apa yang disampaikan oleh nakhoda kapalnya itu sebetulnya bukan permintaan sewa atau sejenisnya, tetapi mungkin untuk membeli BBM pengganti agar kapalnya dapat kembali melaut.

Mokoginta juga mengaku sudah mengirimkan klarifikasinya ke kolom komentar facebook Asghar Saleh.

Komentar yang dikirim 56 menit lalu itu berbunyi : Ass pak Dewan, saya sebagai pemilik kapal KM Aldira, ingin menyampaikan bahwa apa yg di sampaikan oleh pak dewan tentang oknum anggota itu tidak benar karena kapal saya berada di tempat umpan berarti posisi kapal saya ada berlabuh di wilayah tempat umpan, tiba2 3 anggota datang ke rumah saya untuk minta bantuan, maka saya sampaikan KPD ketiga anggota nanti kita mo komunikasikan dgn kapten kapal maka saya minta KPD pak dewan jgn langsung ke medsos sehingga menyalahkan 3 anggota, dan sayapun kepingin mereka selamat mohon maaf sebelumnya 🙏🙏🙏

Baca Juga  Kodim 1504/Ambon Menyelenggarakan Bakti Kemandirian Masyarakat
Namun komentar yang dikirim dengan nama akun Potu Mokoginta itu, sejauh ini belum ditanggapi oleh Asghar Saleh.

Untuk diketahui, sebelumnya media ini menurunkan berita dengan judul Oknum Petugas Minta Rp 20-30 Juta dari ABK dan Penumpang KM Tiga Putri yang Diselamatkan.

Berita tersebut memuat pernyataan politisi Partai NasDem Maluku Utara, Asghar Saleh melalui unggahan di media sosial facebook miliknya, Sabtu (11/9/2021).

Dalam unggahan yang diberi judul “Masih Tentang Km Tiga Puteri. Warning : Jangan Mencari Untung di Tengah Musibah,” itu, Asghar menyebut ada tiga orang oknum aparat yang meminta sejumlah uang kepada awak kapal dan para penumpang.

Tidak tanggung-tanggung, Asghar menyebut, para petugas negara itu meminta uang dengan nominal 25-30 juta rupiah.

berikut unggahan politisi yang juga aktivis kemanusiaan itu yang kami sertakan secara utuh:

MASIH TENTANG KM TIGA PUTERI, WARNINGJANGAN MENCARI UNTUNG DI TENGAH MUSIBAH

Sejak semalam ada rasa syukur yang tak putus-putus terucap setelah tahu KM Tiga Puteri akhirnya ditemukan setelah lima hari dinyatakan hilang kontak.
Kapal ini di tarik sebuah kapal ikan “Aldira” ke pelabuhan Belang di Minahasa Selatan, seluruh ABK dan penumpang sebanyak 23 orang selamat.
Sejak subuh tadi, kapal masih di pelabuhan Belang dan seluruh penumpang masih di kapal
.

Alhamdulillah tadi saya bersilaturahmi lewat telepon dengan beberapa ABK dan penumpang. Mereka bahagia bisa mencapai daratan.

Yang bikin saya kaget dan marah adalah cerita ABK dan penumpang jika ada tiga Oknum petugas negara yang ikut di kapal nelayan Aldira saat menarik kapal mereka semalam dari rumpong. Mereka meminta orang-orang di kapal agar membayar entah biaya apa sebesar 25-30 juta rupiah. Astagfirullah..

Mereka juga minta pergantian BBM sebesar 200 liter. Kalo untuk BBM saya kira rasional dan bisa diterima. Catatannya, nanti dibayargantikan oleh Pemda Taliabu karena tidak mungkin orang-orang di kapal yang hanyut lima hari dan tidak makan harus mengeluarkan uang sendiri untuk membayar. Ini musibah. Bukan kesengajaan atau praktek ilegal lainnya di laut.

Tentang uang yang diminta, saya sudah tegaskan ke seluruh ABK dan penumpang bahwa jangan dibayar apapun alasannya. Saya sungguh bersyukur di tengah kemarahan pagi ini, Tuhan mengirim seorang wakil rakyat Taliabu ke Belang.

Namanya Dedi Mirzan, anggota DPRD dari Partai Demokrat. Saya bicara banyak dengan pak Dedi tadi dan meminta beliau melihat nasib warganya. Pak Dedy berjanji akan mendampingi dan mengurus makanan mereka sambil berkoordinasi dengan Pemda Taliabu.
Pak Dedy juga mengakui adanya “permintaan” uang tadi.

Kepada oknum negara yang ada di kapal ikan Aldira semalam, saya kira anda sudah kehilangan nurani dan jauh melanggar sumpah Tri Brata dan Sapta Marga. Saya sungguh kecewa melihat perilaku seperti ini.

Kepada Pemda Taliabu dan semua otoritas yang berwenang, saya minta tolong tangani 23 warga yang terkena musibah ini dan memberi solusi kongkrit agar mereka bisa pulang ke kampung halamannya(red)