Cerpen Karya: Febi Auliasari
SETIAP orang pasti pernah merasakan cinta. Entah terhadap orangtua, saudara, teman, atau bahkan lawan jenisnya. Tentunya, tidak ada orang yang lepas dari namanya cinta. Sadar maupun tidak, kebanyakan orang di dunia pasti hidup dilingkupi dengan cinta. Tulus atau tidaknya perkara cinta, tak ada yang tahu jawabnya. Cinta yang tulus tidak dinilai dengan perhatian yang begitu kental, begitu pun sebaliknya. Jarang ada cinta yang benar-benar tulus, kebanyakan cinta menumbuhkan duka di hati pemainnya.
Sebut saja dia, Annastasya Miera. Gadis itu sudah mengalami pengkhianatan di dalam setiap cinta yang ada di hidupnya. Entah dari orangtua, saudara, teman, atau bahkan kekasihnya sendiri. Gadis itu selalu saja dibebani kenyataan yang menyakitkan, tidak ada satu pun orang di hidupnya yang benar-benar tulus mencintainya. Kebanyakan dari mereka memanfaatkan keluguan hatinya. Oh, lebih pantas disebut kebodohan yang tiada taranya.
Mia, sapa akrabnya. Gadis itu bergelung di bawah selimut lusuhnya dengan beralaskan karpet yang sudah sobek di setiap sisinya. Bantalnya tampak begitu mengerikan karena terdapat berbagai lubang yang menyembulkan isinya. Mia bahkan rela setiap bangun harus membersihkan rambutnya yang kadang terkena kapas yang mengisi bantal miliknya.









