[carousel_slide id=’12211′]
@porostimur.com | Buru : Tradisi arak arakan hewan kurban saat Idul Adha memang sudah menjadi tradisi turun temurun warga yang tinggal di Desa Wamlana, Kabupaten Buru.
Sebelum melaksanakan prosesi penyembelihan, warga terlebih dulu membuat prosesi hantaran atau yang lebih disebut arakan hewan kurban. Bertepatan hari ini minggu (11/08) warga setempat merayakan datangnya hari raya dengan mengikuti prosesi arakan dari kediaman Raja Fenaleisela menuju masjid tempat akan dilaksanakan penyembelihan kurban.
Hewan kurban akan menjalani prosesi arakan sebanyak 7 kali dengan mengitari masjid sebagaimana tawaf di ka’bah.
Ratusan jamaah hadir untuk mengikuti prosesi ini. Pukulan beduk bergema mengiringi suasana saat acara berlangsung. Ini membuat kesan sakral selama arakan berlangsung.
Berdasarkan keterangan tokoh agama setempat, Basir Lumaela. Tradisi mengelilingi masjid memang telah menjadi kebiasan turun temurun sejak dahulu.
Menurutnya, Acara ini sekaligus menjadi sarana siar agama. Prosesi arakan hewan kurban ini sudah ada sejak nenek moyang. Tujuannya adalah untuk mensiarkan agama.
“Arakan ini memang dibuat menyerupai ibadah tawaf yang dilakukan mengelilingi Ka’bah”, kata Basir.
Berbagai kemeriahan juga dihadirkan usai prosesi penyembelihan kurban, seperti menampilkan sejumlah tarian khas masyarakat setempat, ini sebagai bukti bahwa keberagaman antar adat dan agama yang masih terus terawat hinggi kini.




