AS dan UE Tambah Lebih Banyak Sanksi untuk Junta Myanmar

oleh -3 Dilihat

Porostimur.com, Washington – Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) mengumumkan sanksi baru terhadap rezim militer Myanmar, Selasa (8/11/2022) waktu setempat. Sanksi dijatuhkan kepada pejabat, perusahaan dan pedagang senjata.

AS memasukkan daftar hitam pedagang senjata, Kyaw Min Oo, dan Perusahaan Sky Aviator miliknya. “Kyaw Min Oo memiliki hubungan dekat dengan militer Myanmar dan telah bertindak sebagai perantara untuk mengatur kunjungan ke Myanmar oleh perwira tinggi militer asing,” kata pernyataan Departemen Keuangan AS seperti dilansir laman Aljazirah, Kamis (10/11/2022).

Menurut Depkeu AS, Sky Aviator telah memfasilitasi kesepakatan senjata atas nama militer Myanmar termasuk impor suku cadang pesawat. “Kyaw Min Oo mendapat untung dari kekerasan dan penderitaan yang ditimbulkan militer terhadap rakyat Burma sejak kudeta militer,” kata wakil menteri keuangan untuk intelijen keuangan, Brian Nelson.

Baca Juga  Rp92,5 Miliar untuk Plaza Gamalama: Diresmikan, Tak Kunjung Berfungsi, Dinding Berkali-kali Ambruk

Sementara sanksi UE berlaku untuk 19 individu dan entitas lainnya termasuk seorang menteri dan kepala kehakiman. “Merupakan hasil dari eskalasi kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlanjut setelah pengambilalihan militer dua tahun lalu,” kata Dewan Eropa.

Sanksi UE yang baru juga berlaku untuk anggota militer, anggota Dewan Administrasi Negara (SAC)atau badan yang dibentuk oleh militer untuk menjalankan negara serta layanan peradilan dan penjara. Termasuk daftar hitam adalah Tay Za dan Aung Myo Myint, yang telah berdagang senjata untuk militer Myanmar, dan Naing Htut Aung, yang telah mendanai militer sehubungan dengan tindakan keras terhadap Rohingya dan juga menjadi perantara senjata.