AS Sesumbar Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut

oleh -4 Dilihat
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei, menegaskan Amerika Serikat akan menghadapi konsekuensi serius jika melancarkan operasi militer untuk merebut pulau yang terletak sekitar 55 kilometer dari pesisir Provinsi Bushehr tersebut.

“Kewaspadaan konstan angkatan bersenjata dan kesiapan mereka yang berkelanjutan menjamin keamanan negara yang berkelanjutan,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip kantor berita Tasnim.

Wakil Komandan Pasukan Darat IRGC, Brigadir Jenderal Ruhollah Nouri, juga memastikan pasukannya siap merespons setiap bentuk serangan.

“Kami siap menetralisir setiap serangan musuh dengan segera,” ujarnya.

AS Pertimbangkan Opsi Militer Lebih Agresif

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan terus membuka peluang memperluas operasi militer terhadap Iran.

Mengutip laporan The Wall Street Journal, sejumlah opsi tengah dipertimbangkan, mulai dari peningkatan serangan udara hingga kemungkinan operasi darat yang menargetkan lokasi strategis Iran, termasuk Pulau Kharg dan kompleks bawah tanah Gunung Pickaxe yang diduga berkaitan dengan program nuklir Teheran.

Baca Juga  Anies Baswedan Ternyata Benar: Angin Tak Punya KTP

Apabila berhasil menguasai Pulau Kharg, Amerika Serikat diperkirakan dapat mengendalikan salah satu jalur utama ekspor minyak Iran, yang berpotensi memberikan tekanan besar terhadap perekonomian negara tersebut. Namun, para analis menilai langkah itu juga membawa risiko tinggi.

Pakar keamanan dari King’s College London, Andreas Krieg, mengatakan Amerika Serikat mungkin memiliki kemampuan militer untuk merebut sebuah pulau kecil milik Iran, tetapi tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan wilayah tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.