Bahas Kuota BBM Subsidi, Komisi II DPRD Kota Ambon Sebut Pertamina Tertutup

oleh -112 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Komisi II DPRD Kota Ambon rapat bersama Koordinator Sopir Angkot, PT. Pertamina Cabang Ambon dan seluruh pengelola SPBU di Kota Ambon terkait aduan masyarakat.

“Agenda rapat Komisi hari ini menindak lanjuti aduan dari masyarakat. Ini tadi kami rapat dengan yang pertama itu pihak Pertamina, hadir juga kami undang seluruh pengelola SPBU yang ada di Kota Ambon tadi juga di waktu yang bersamaan ternyata ada aksi di DPRD dari koordinator supir angkot yang mengeluhkan bahwa ada kenaikan untuk PLB,” ungkap Wakil Ketua Komisi II, Harry Putra Far Far kepada wartawan di ruang rapat DPRD Kota Ambon, Jumat (13/8/2021).

Tadi sudah dijelaskan dalam rapat, Pertamina Langit Biru (PLB) ini merupakan program dari Pertamina, pada prinsipnya sama saja Pertalite, tapi disubsidi harganya dan per hari ini ternyata sudah mengalami kenaikan dua kali, itu yang sudah dikeluhkan.

Far Far bilang, tadi juga sudah dijelaskan secara terperinci oleh pihak Pertamina. Lalu yang kedua tadi disampaikan mengenai pembatasan pengisian bahwa satu mobil itu dibatasi isinya itu dengan nominal Rp.150 sampai Rp.200.000 , makanya kami komisi, kami pengen croscek kita Re-ceckin lagi mengenai data ini, berapa sih jumlah BBM subsidi yang harus diterima oleh Kota Ambon per tahun 2021,

“Namun ternyata dari pihak Pertamina ini sangat-sangat tidak ada keterbukaan ini sangat kami sesalkan. Itu yang pertama lalu yang kedua bawa tadi banyak sekali pertanyaan yang disampaikan tapi dijelaskan tidak secara terperinci dan mendetail oleh pihak Pertamina, dan oleh sebab itu kita agendakan juga untuk besok hari ini akan lagi kita adakan rapat kerja kita hadirkan juga Hiswana Migas dan Dinas Indag kita juga pengen bahas mengenai ini kuota BBM nelayan, yang pertama lalu yang kedua, nasib dari pengecer bensin di pinggir-pinggir jalan,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Nilai Pemkot Tidak Serius Tangani Persoalan Revitalisasi Pasar Mardika

Far Far menambahkan, karena pada prinsipnya mereka juga kan masyarakat Kota, harus ada regulasi yang menjamin karena per beberapa minggu yang lalu itu ada aduan juga bahwa Pertamina tidak lagi mau melalui SPBU tidak lagi mau menjual ke wadah lain selain kendaraan langsung.

“Itu makanya kami pengen re-checkin di esok hari dan pada prinsipnya itu bawa yang pengen kami pertanyakan dari Pertamina ini bawah ini mengenai jumlah besaran sebenarnya kuota BBM bersubsidi karena pada prinsipnya ini kan BBM ini disubsidi oleh pemerintah pusat yang harus dinikmati oleh kalangan yang memang membutuhkan, per hari ini ternyata banyak sekali antrian secara tidak langsung antrian ini menimbulkan pertanyaan, apakah benar Ini kuotanya tidak mencukupi, atau permintaan yang semakin banyak,” jelasnya.

Baca Juga  KERAS! JRX Dibungkam, Pasek Suardika: Tanda-tanda Demokrasi Sudah Mati

Makanya di hari esok ini kita lakukan lagi rapat lanjutan dan nanti di minggu depan itu akan ada kunjungan kerja lapangan, kita langsung kunjungan ke perwakilan beberapa SPBU sebagai barometer, contoh untuk kita lakukan perhitungan juga, sesuai penjelasan yang tadi dari pihak pertamina itu bahwa per harinya itu 20-25 KL.

“Ini kita harus croscek, kita juga tidak mau bahwa terkesan ini masyarakat menilai ada mafia ilegal oil dan sebagainya. Ini menjadi beban moril kita supaya kita dapat tuntaskan ini dalam rapat rapat kerja selanjutnya terima kasih,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah supir angkot mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon.

Baca Juga  Warga Desa Sekom Hingga Kini Belum Terima BLT Desa

Pasalnya, PT Pertamina Persero berencana akan menghapus BBM Premium.

Penghapusan premium ini merujuk pada ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017.

“Mereka mau menghilangkan premium dan diganti dengan Pertalite Khusus (PLK) saja tapi bagaimana dengan kondisi ekonomi kami. Pendapatan kami sehari tidak seberapa apalagi ditengah pandemi, lalu kalau kami pakai bahan bakar pertalite itu kan harganya lebih tinggi, kami mau makan apa lagi,” kata Koordintator Angkot, Risman Laduheru

Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina, Wilson mengatakan terkait ketersediaan premium hanya ada di dua SPBU itu memang karena Pertamina telah mencanangkan program Pertamina Langit Biru (PLB) yakni program edukasi penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan.

“Untuk premium yang hanya tersedia di dua SPBU itu merupakan program dari PLB yang memang sudah kita canangkan sejak Maret lalu. Produk ini lebih ramah lingkungan dan berkualitas. Kita ingin masyarakat menggunakan BBM yang lebih berkualitas,” tutur Wilson. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.