Bahlil: Meski Tidak Sebesar di Jawa, Investasi di Maluku Utara Beri Multiplier Effect

oleh -47 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM L) Bahlil Lahadalia mengatakan investasi di Maluku lebih berkualitas dibandingkan Jawa Barat. Sebab, multiplier effect yang diciptakan lebih banyak.

“Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara investasinya yang masuknya tidak sebesar di Jawa Barat. Tapi multiplier effect-nya di Maluku sangat tinggi. Jadi nilai investasi belum tentu mencerminkan kualitas investasi,” kata Bahlil dalam acara Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021, Rabu.

Lebih Lanjut, Menteri Investasi mengatakan kualitas baik investasi di Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara karena didominasi oleh sektor hilirisasi. Sehingga, mampu mendorong peningkatan lapangan kerja di daerah setempat.

“Ternyata kami melaporkan realisasi investasi belum tentu yang masuk akan produktif sama dengan di sektor hilirisasi,” ujar Menteri Investasi Bahlil.

Bahlil menyampaikan hasil tersebut merujuk riset Kementerian Investasi/BKPM dengan Universitas Indonesia.

Baca Juga  Chery Siap Rilis Crossover Baru pada 25 November 2021

Kata dia, modal yang masuk berkat aliran investasi pada suatu daerah, belum tentu produktif atau mencerminkan hilirisasi. Hilirisasi merupakan visi investasi yang diberikan dari Presiden Jokowi.

“Ternyata, realisasi investasi, uang yang masuk itu belum tentu produktif,” katanya.

Lanjutnya, untuk mengawal investasi end-to-end merupakan salah satu cara agar realisasi investasi bisa mencapai target. Untuk itu, Kementerian Investasi juga telah memetakan lokasi dan perusahaan yang akan berinvestasi.

“Jadi dari 34 provinsi kita bagi ada sekitar 600 sampai 700 perusahaan kemudian itu yang kita kawal,” katanya.

Dia menambahkan pemerintah juga tengah melakukan upaya transformasi ekonomi agar bisa menarik investasi. Ke depan, pemerintah akan fokus untuk mendorong sektor energi hijau (green energy) hingga hilirisasi industri.

Baca Juga  Sambut Natal, Disperindag Maluku Gelar Pasar Murah di 47 Titik

“Kita harus melakukan peletakan untuk mendorong transformasi ekonomi lewat green energy dan hilirisasi industri. Ini harus kita lakukan sebagai bentuk konsekuensi meningkatkan nilai tambah,” pungkas dia. (red)