Porostimur.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat baru kepada Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus tetap menjalankan tugas sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Bahlil resmi dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Usai pelantikan, Bahlil menyatakan siap menjalankan mandat tersebut sesuai kewenangan dan arahan Presiden. Ia menyebut hilirisasi dan transisi energi merupakan bagian dari Asta Cita yang perlu diperkuat sekaligus dipercepat pelaksanaannya.
“Kita tahu bahwa Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi, dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan,” kata Bahlil.
Hilirisasi dan Transisi Energi Dikonsolidasikan
Bahlil menjelaskan, sektor ESDM memiliki keterkaitan erat dengan agenda hilirisasi. Ia menyebut sekitar 90 persen dari total investasi hilirisasi berada di sektor ESDM.
“Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat tahap perkembangan. Karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi, dari total investasi 100 persen, 90 persennya itu ada di sektor ESDM,” imbuhnya.











