Puncak arus keberangkatan diprediksi terjadi pada 21 Desember 2025, sedangkan puncak arus kedatangan diperkirakan berlangsung pada 4 Januari 2026. Untuk mendukung operasional tersebut, Bandara Pattimura mengerahkan sebanyak 160 personel selama masa posko berlangsung.
Sinergi Lintas Instansi dan Sistem Modern
Menurut Johan, Posko Nataru juga menjadi wadah koordinasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara, mulai dari operator bandara, regulator, maskapai penerbangan, operator ground handling, hingga instansi terkait lainnya.
‘Sinergi seluruh stakeholder kami perkuat melalui posko ini guna menjamin kelancaran operasional serta kenyamanan penumpang,” ungkapnya.
Posko Nataru juga didukung sistem pemantauan lalu lintas penerbangan secara real-time sebagai dasar pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Bandara Pattimura turut mengoptimalkan Airport Operation Control Center (AOCC) sebagai control room operasional, serta sistem Management Operation based on Traffic (MOT) yang mampu memprediksi kepadatan penumpang dan merekomendasikan optimalisasi fasilitas serta kebutuhan sumber daya manusia.
“Infrastruktur sisi udara seperti runway, taxiway, apron, sistem kelistrikan hingga drainase kami pastikan dalam kondisi baik dan siap melayani penerbangan selama Nataru,” tambah Johan.









