Bea Cukai Ternate: Smelter Dongkrak Penerimaan Negara di Maluku Utara, Tembus Rp413 M

oleh -170 views
Fasilitas pengolahan nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) di Pulau Obi, Halmahera, Maluku Utara.

Meskipun demikian, indikator ekonomi domestik tetap tangguh. Pertumbuhan ekonomi tahun 2024 mencapai 5,03 persen, lebih baik dibandingkan sejumlah negara di Kawasan ASEAN dan G20. Hal ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Neraca perdagangan Maluku Utara pada Maret 2025 masih surplus sebesar 712,49 juta dolar AS. Ekspor tercatat 1.322,71 juta dolar AS, sementara impor 610,22 juta dolar AS. Ferronickel mendominasi devisa ekspor (2.008 juta dolar AS), sedangkan impor terbesar adalah peralatan mesin untuk pengolahan nikel (176,59 juta dolar AS).

Komoditas ekspor non-tambang utama berasal dari sektor perikanan, meliputi tuna beku (1.544,87 ribu dolar AS), kepiting bakau (102,49 ribu dolar AS), dan udang ronggeng (0,90 ribu dolar AS).

Baca Juga  Orang Kuat dan Pilihan Palsu

Inflasi dan Komoditas Penyumbang

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Maluku Utara mengalami inflasi 2,32 persen secara tahunan dan 2,65 persen secara bulanan. Peningkatan konsumsi selama Ramadhan dan Idul Fitri menjadi faktor penyebabnya. Komoditas utama penyumbang inflasi adalah cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan, dan tomat.

Pemerintah terus memantau dan mengendalikan inflasi agar tetap terjaga stabilitas harga barang dan jasa. Hal ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi terkini. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.