Blunder

oleh -474 views
Made Supriatma

Apakah mungkin menulis sejarah (12 volume!) dalam waktu sesingkat itu? Itu bukan pertanyaan yang relevan karena ini proyek politik. Ini bukan proyek akademik yang serius, setidaknya dalam pandangan saya. Akibatnya pun politis: bahwa anak-anak Indonesia akan diberi cerita versi politis ini. Ini sekedar melanjutkan sejarah hoaks 1965 yang ditulis oleh Orde Baru. Sejarah itu bahkan dilengkapi dengan media film dan saya sebagai generasi yang besar dalam asuhan Orba pernah dipaksa menontonnya.

Tentu rencana ini memancing kontroversi. Beberapa sejarahwan yang dikontrak mengundurkan diri. Namun sebagian besar dengan senang hati menjalankannya dan meneruskan proyek ini. Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu ini, sedikit kucuran cuan tentu sangat berarti. Akademik pun perlu Brio atau Veloz baru, bukan?

Baca Juga  Hilirisasi Nikel Dorong Lonjakan PAD Maluku Utara dan Halmahera Selatan

Hanya saja, FZ adalah kontroversi. Dia memang loyal. Tapi loyalitasnya kadang tidak dia pertimbangkan dengan matang. Masih ingat kasus Ratna Sarumpaet? Pemain teater pendukung Prabowo ini pada 2018 muncul ke publik dengan wajah babak belur. Ratna Sarumpaet mengaku dianiaya dan dikeroyok sejumlah orang tidak dikenal.

FZ dengan sigap terjun kepada persoalan ini. “Mbak Ratna Sarumpaet memang mengalami penganiayaan dan pengeroyokan oleh oknum yang belum jelas. Jahat dan biadab sekali,” kata Fadli Zon dalam akun twitternya, @fadlizon (2/10/2018).

No More Posts Available.

No more pages to load.