Terlihat pula dalam penjelasannya peta bumi dengan garis ungu, tanda di mana gempa kemungkinan terjadi. Gambar jangkauan gempa itu juga memperlihatkan Kepulauan Sunda Kecil seperti Bali, NTB, dan NTT.
Kendati demikian, Hoogerbeets menuturkan bahwa dirinya hanya memberi peringatan. Apa yang ia lakukan hanyalah upaya untuk mengantisipasi dan tidak bermaksud menakut-nakuti.
“Jika kamu berada di wilayah rentan gempa, kamu harus selalu membuat rencana gempa. Apapun ramalannya, kamu harus membuat rencana,” tegasnya.
Untuk diketahui, Hoogerbeets sebelumnya membuat ramalan gempa Turki, tiga hari sebelum kejadian. Gempa dengan magnitudo 7,8 pada 6 Februari menewaskan sekitar 50.000 orang.
“Cepat atau lambat akan ada gempa magnitudo 7,5 di wilayah ini (Turki selatan-tengah, Yordania, Suriah, Lebanon),” tulis Hoogerbeets, 3 Februari 2023.
sumber: detikcom




