Bom Saat Ramadhan, Thailand: Tak Akan Gagalkan Perundingan dengan Pemberontak

oleh -48 views

Porostimur.com, Bangkok – Pemboman saat bulan Ramadhan di bagian selatan Thailand yang berpenduduk mayoritas Muslim, tidak akan menggagalkan pembicaraan damai dengan pemberontak separatis. Hal ini diungkapkan pemerintah Thailand pada Ahad 17 April 2022, setelah kelompok pemberontak mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Dua ledakan pada Jumat, yang menewaskan seorang warga sipil dan melukai tiga polisi, dilakukan oleh “G5”. Mereka sebuah kelompok militan dari Organisasi Pembebasan Bersatu Patani (PULO), kata Presiden PULO Kasturi Mahkota, kepada Reuters.

PULO telah dikeluarkan dari pembicaraan antara Bangkok dan Barisan Revolusi Nasional (BRN), yang sepakat dua minggu lalu untuk menghentikan kekerasan selama bulan suci umat Muslim hingga 14 Mei.

Baca Juga  Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Tual, Taufik Hamud Bidik Kader Terbaik Hadapi Pileg 2031

Kasturi mengatakan pada Sabtu bahwa “pembicaraan tidak cukup inklusif dan berjalan terlalu cepat.” Kelompok pemberontak menolak kesepakatan yang akan mengesampingkan kemungkinan kemerdekaan dari Thailand yang mayoritas beragama Buddha.

Lebih dari 7.300 orang telah tewas sejak 2004 dalam pertempuran antara pemerintah dan kelompok-kelompok bayangan yang mencari kemerdekaan untuk provinsi-provinsi Melayu-Muslim di Narathiwat, Yala, Pattani dan sebagian Songkhla.