Status UMIC memberi kabar mengenai rumah besar bernama Indonesia. Ia belum menceritakan keadaan setiap keluarga di dalamnya. Dan kalau kita sudah melihat lantainya, rasanya tidak adil kalau tidak melihat penthouse.
World Inequality Report 2026 memperkirakan 10 persen penduduk teratas Indonesia menerima sekitar 46,2 persen pendapatan nasional dan menguasai 59,4 persen kekayaan. Separuh penduduk terbawah menerima 13,7 persen pendapatan dan hanya memiliki 2,5 persen kekayaan. Satu persen teratas sendiri menguasai hampir seperlima kekayaan.
Pendapatan tentu bukan kekayaan. Ketimpangan juga tidak otomatis berarti setiap kekayaan di bagian atas diperoleh dengan mengambil bagian orang miskin. Namun angka itu memperlihatkan bentuk rumah kita.
BPS menunjukkan lantainya. Bank Dunia membawa mistar yang lebih tinggi setelah Indonesia naik kelas. Data ketimpangan mengajak kita menengok atap dan penthouse.
Pertanyaan yang lebih menarik kemudian adalah: seberapa tebal ruang di tengah? Berapa banyak keluarga mempunyai pekerjaan produktif, pendapatan memadai, tabungan, pendidikan, perlindungan kesehatan dan sedikit aset sehingga satu musibah tidak langsung mengirim mereka beberapa anak tangga ke bawah? Untuk memahami mengapa pertanyaan itu penting, kita perlu sebentar menengok Brasil.









