Bupati Malra Kembangkan Tradisi Adat Kei “Yelim” Dalam Kepemimpinannya

oleh -8 Dilihat

Porostimur.com, Langgur – “Yelim” itu biasanya barang-barang yang dibawa atau bisa juga berupa uang yang dikumpulkan. Tidak perlu banyak. Selain itu hasil bumi dari masyarakat itu sendiri berupa pisang, keladi, petatas, bawang merah ,bawang putih, kacang panjang dan lainnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Malra M.Thaher Hanubun di sela-sela persiapan antar Yelim ke Ohoi Langgur di depan kantor bupati, Senin (10/7/2023).

Bupati Thaher menambahkan, Yelim bisa juga berupa hewan misalnya kambing atau sapi. Jadi tidak berlebihan.

“Artinya membawa barang-barang hasil bumi atau yang didapat setiap hari. Semuanya tidak ada pemaksaan, semuanya dilakukan dengan kerelaan hati untuk menghidupkan kembali budaya-budaya tempo dulu,” ujarnya.

Bupati menyuarakan buat masyarakat Indonesia di mana saja berada, khususnya masyarakat Maluku, lebih khususnya lagi masyarakat Kei. Ada istilah-istilah YELIM, VOR TA’AU. Juga istilah LIDAR, AR LIDAR atau AR KERJA. Ini biasanya dilakukan oleh satu kelompok atau satu marga atau satu kampung.

Baca Juga  BPBD Maluku Utara Susun Rencana Kontingensi Banjir

Biasanya dilakukan pada saat peristiwa kematian, acara pernikahan, atau pada acara peresmian gereja, peresmian mesjid dan sebagainya. Jadi AR LIDAR itu dilakukan dan merupakan suatu tradisi yang diwariskan leluhur Kei secara turun temurun.

No More Posts Available.

No more pages to load.