“Memang betul 4G sudah ada, tapi kecepatannya kurang. Maka itu perlu perhatian, apalagi nanti kita hadapi Google for Education yang segera hadir di Maluku Tenggara,” jelasnya.
Selain itu, ia mengusulkan dukungan beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, serta pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah yang tidak layak, khususnya di wilayah kepulauan dan pulau-pulau kecil. Program pertukaran guru dan siswa antarwilayah juga didorong untuk memperluas wawasan, meningkatkan motivasi, dan memperkaya pengalaman pendidikan lintas daerah.
Potensi Anak-Anak Maluku Tenggara
Bupati Thaher menegaskan bahwa anak-anak di Maluku Tenggara memiliki tingkat kecerdasan tinggi meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas pendidikan. Berdasarkan hasil psikotest sejumlah siswa, rata-rata IQ berada di kisaran 110 hingga 120.
“Anak-anak kami ini cukup cerdas, hanya saja prasarana masih terbatas. Kami berharap dengan dukungan kebijakan dan fasilitas dari Kementerian, Maluku Tenggara dapat sejajar dengan daerah-daerah lain dalam bidang pendidikan,” ungkapnya.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Kunjungan kerja Menteri Abdul Mu’ti ke Maluku Tenggara, yang berlangsung hanya beberapa hari setelah kunjungan Wakil Presiden RI, dianggap Bupati Thaher sebagai bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).










