Dengan kombinasi tersebut, jarak tempuhnya disebut dapat mencapai 420 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah opsi sensor LiDAR yang ditempatkan di bagian atap kendaraan.
Sensor tersebut terintegrasi dengan sistem bantuan berkendara canggih BYD DiPilot 300, yang di pasar Tiongkok dikenal dengan nama “God’s Eye B” dan digunakan untuk mendukung sejumlah fungsi bantuan navigasi berkendara.
Dengan penambahan dimensi, peningkatan tenaga dan teknologi bantuan berkendara tersebut, Seagull generasi kedua akan memasuki persaingan yang semakin ketat di segmen mobil listrik kompak.
Di pasar domestik Tiongkok, model ini diproyeksikan berhadapan dengan Geely Xingyuan, yang dipasarkan secara global dengan nama EX2 dan memiliki dimensi serta wheelbase yang relatif sekelas.
BYD sejauh ini belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal peluncuran untuk pasar global. Namun, Seagull generasi kedua dijadwalkan melunc
(red/beritasatu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










