“Jadi karya itu, bagian dari kolaborasi komunitas. Kenapa di angkat film dokumenter, sebab tiga film yaitu, Penghuni Jere karya Cucu Gogo, Coka, karya Mager Faker, serta Kabata yang juga diproduksi oleh Wildhouse Production lebih kepada budaya maupun generasi muda di Tidore,” ucap Faya.
Dari film Kabata yang diproduksdi di tahun 2022 lalu, tentunya tidak terlepas dari kolaborasi yang dilakukan oleh komunitas Mouse dan Dinas Parawisata dan Kebudayaan Kota Tidore Kepulauan.
“Untuk kegiatan pemutaran film baru pertama kali digelar di Lagend House. Saya berharap, kolaborasi ke depan, seperti Cucu Gogo inilah bisa kami membuka akses lebih luas,” bebernya.
Sebenarnya, kata Faya, Legend House selalu terbuka terhadap teman-teman komunitas yang membuat kegiatan serupa, langsung bisa datang berkolaborasi dengan kami. “Sapa tahu, ruang ini menjadi creative spice di Tidore ke depan nantinya,” harapnya.
Dalam pemutaran film dokumenter itu, yang hadir seperti Sineas Tidore, Wildhouse Production, Meuse Creative Studio, Syukur Dofu Indonesia, Cucu Gogo Menagement, Kalaodi Offical, Budyvandi, sineas Tidore yang hadir dalam kegiatan tersebut antaranya, Wildhouse production, Meus creative studio, Syukur dofu indonesia, Cucu gogo management, Kalaodi official, Budyvandi entertainment, Lx second, dan Artivisual production, konten kreator Udin-Hadija, pegiat literasi dan para aktivis dan mahasiswa. (Mansyur Armain)









