Setelah bertahun akhirnya satu angkatan Rara selesai menempuh pendidikan tanawiyah dan melajutkankan ke jenjang SMA, yang saat itu banyak yang melanjutkan sekolahnya di pesantren dan banyak juga yang keluar dari pesantren salah satunya Rara, Rara melanjutkan sekolahnya di salah satu sekolah negeri di kotanya dengan dalih supaya mudah masuk ke universitas impiannya.
Cinta memang tidak bisa ditebak, Rara sangat mencintai Patra dalam diam, dimanapun Rara berada nama Patra lah yang selalu ada di hatinya, media jejaring yang salah satunya media sosial Facebook menghubungkan kembali Rara dan Patra,.
Saat itu Rara memberanikan diri mengucapkan salam dengan Patra “Assalamulaikum”
Tak lama kemudian ketepatan Patra juga sedang online akhirnya Patra menjawab salam yang dilontarkan oleh Rara
“Hai waalaikumussalam Rara”
“Apa kabar? Lama tidak bersua,”
Dengan rasa bahagia yang tidak bisa diucapkan Rara bersemangat membalas pesan dari Patra, ia tidak menyangka cinta yang ia pendam selama 4 tahun akhirnya bisa berbalas pesan dengan Patra seorang pria yang sangat Rara idamkan,
Namun pesan tersebut hanya sekedar balasan biasa antara teman lama yang tidak bertemu beberapa tahun.
Tak sampai disitu Rara merasa ada penyemangat walaupun hanya sekedar berbalasan chat dengan Patra.
Rara menjadikan Patra menjadi sebuah motivasi besar dalam hidupnya kalau ia bener bener ingin menjadi orang sukses supaya bisa kembali bertemu dengan Patra, ia pendam cintanya bertahun-tahun untuk mendapatkan cintanya Patra, Rara sama sekali tidak menghiraukan lelaki yang datang padanya, karena cintanya hanya untuk Patra seorang.









