Porostimur.com, Gaza – Israel menggempur konvoi dan menewaskan relawan, namun berdalih serangan itu tak sengaja. Alasan Israel itu pun terbantahkan.
Dilansir AFP, serangan itu terjadi di Jalur Gaza pada Senin (1/4/2024). Serangan itu awalnya disebut menewaskan empat orang.
Namun belakangan, korban tewas disebut berjumlah 7 orang. Pendiri World Central Kitchen (WCK), chef Jose Andres, menyebut peristiwa itu sebagai tragedi bagi orang-orang yang ingin melayani warga Gaza saat perang terus berlangsung.
“Ini adalah tragedi bagi orang-orang yang rela melayani masyarakat yang dirundung perang. “Hari ini, World Central Kitchen telah kehilangan beberapa saudara dan saudari akibat serangan militer Israel di Gaza,” sebut Andres dalam pernyataannya.
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut jenazah empat pekerja kemanusiaan dan sopir mereka yang berkewarganegaraan Palestina dibawa ke sebuah rumah sakit di kota Deir el-Balah. Hamas, dalam pernyataan terpisah, menyebut para pekerja kemanusiaan tewas itu termasuk ‘warga negara Inggris, Australia, dan Polandia, dengan kewarganegaraan keempat tidak diketahui’.
Belakangan diketahui, ada pula orang dengan kewarganegaraan ganda Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Satu lagi adalah orang Palestina. Total ada tujuh korban tewas.









