Oleh: Imam Shamsi Ali, Pecinta Sepak Bola di Kota New York
Sejak kecil, saya mencintai sepak bola. Meski tidak pernah menjadi pemain yang hebat, saya selalu menikmati permainan ini. Karena itu, saya mengikuti Piala Dunia kali ini sejak awal, mencoba memahami dinamika setiap pertandingan hingga akhirnya tiba di partai puncak.
Hari ini saya bersukacita. Tim yang saya dukung, Spanyol, berhasil meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya. Mereka tidak hanya menang, tetapi juga memperlihatkan permainan yang indah, disiplin, dan penuh determinasi hingga akhirnya mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir.
Namun, jika saya jujur kepada diri sendiri, dukungan saya kepada Spanyol sesungguhnya telah lahir jauh sebelum pertandingan final dimulai.
Bagi saya, Spanyol telah memenangkan hati saya ketika Gaza melewati masa-masa paling kelam dalam sejarahnya.
Di saat banyak negara memilih berhitung dengan kepentingan politiknya masing-masing, masyarakat Spanyol justru memenuhi jalan-jalan di Madrid, Barcelona, Valencia, Sevilla, dan berbagai kota lainnya. Mahasiswa, pekerja, keluarga, serta berbagai elemen masyarakat turun ke ruang publik menyuarakan solidaritas bagi rakyat Palestina.
Mereka mengingatkan dunia bahwa di balik angka-angka korban dan statistik perang, ada manusia yang memiliki hak untuk hidup dengan aman, bermartabat, dan merdeka.









