Porostimur.com | Jakarta: Keputusan pembatalan pemberangkatan ibadah haji tahun 2020 jelas membuat sedih para jamaah yang dijadwalkan berangkat tahun ini.
Hal itu disebabkan pemerintah Arab Saudi yang hingga kini belum membuka akses bagi jamaah haji dari negara manapun.
Pembatalan pemberangkatan ibadah haji itu disampaikan pemerintah melalui Menteri Agama Fachrul Razi, Selasa (2/6/2020).
Namun yang menjadi sorotan adalah keputusan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang memutuskan menggunakan dana haji untuk memperkuat rupiah.
Rektor Univeritas Ibnu Chaldun, Musni Umar sangat tidak setuju dengan keputusan tersebut.
Demikian disampaikan Musni Umar melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (2/6/2020) malam.
“Saya sangat tidak setuju dana haji dan dana abadi umat dipergunakan bukan untuk kepentingan jamaah haji dan umat Islam,” ujarnya.
Sosiolog ini pun sangat menyesalakan keputusan dimaksud.
“Dana haji untuk memperkuat rupiah apa tidak kebablasan. Apa sudah tidak ada jalan lain,” sesal dia.
Menurutnya, penggunaan dana haji untuk menopang APBN itu adalah tindakan yang salah.
“Maaf, saya sedih dana haji milik umat Islam Rp135 triliun digunakan untuk menopang APBN. Sudah salah arah dan salah kelola,” tegasnya.




